Wednesday, March 9, 2011

Saya tidak sendiri



Seminggu yang lalu, saya melakukan perjalanan "dadakan" Bandung-Lumajang sendirian. Dikarenakan ibu dalam kondisi kritis di rumah sakit. Ini adalah ujian kesabaranku part II yang sangat luar biasa -ujian kesabaranku part I,ketika kelas 3SMU,bapak kecelakaan dan kondisinya sangat kritis,dimana airmataku tak hentinya mengalir dalam setiap hembusan nafasku-.

Dalam perjalan Bandung - Lumajang,tak hentinya aku berdoa di dalam kereta,semoga tdk terjadi apa2,airmataku selalu menetes deras sepanjang perjalanan sampai tertidur.
"Ya Alloh..lindungilah ibuku dari segala marabahaya dan angkatlah semua rasa sakit dan penyakit yang ada salam tubuhnya..kuatkan kekasihmu ini ya Alloh.."

Bersyukur sekali puanya papah mamah (calon mertua),serta calon suami yang sangat perhatian dalam kondisi pikiran yang kalut. Mereka selalu memonitor perkembangan kesehatan ibu by phone ketika saya di rumah sakit.Selama 2 minggu,ibu terbaring di rumah sakit dengan vonis -infeksi kantung empedu kronis menjalar ke Liver-,astaghfirullah....airmataku tak pernah berhenti mengalir ketika aku bsujud dihadapan-Nya. Tak bosan,aku berdoa mharap keajaiban kesembuhan pada Nya.
Alhamdulillah..berangsur2 kesehatan ibuku mulai membaik,sampai diperbolehkan rawat jalan di rumah.Mataku dan tubuhku serasa remuk redam,kurang istirahat,tp alhamdulillah masih dikasih kesehatan sampai kembali ke Bandung.

Setelah seminggu di Lumajang,ahirnya harus kembali ke Bandung,kasihan melihat ibuku,badannya panas tinggi waktu mo ditinggal.Travel jemputanpun datang,siap menuju ke Surabaya. Airmataku menetes terus dalam perjalanan,teringat wajah ibuku hiks..hiks..berilah aku kesabaran ya Alloh..temani aku,kemanapun aku melangkah.
Dalam perjalan ke Sby diiringi hujan yang sangat lebat sekali,travel disrempet mobil innova,smp kaca spion innova patah. Berurusan di kantor polisi,smp2 mobil travel mo ditahan ---> Ya Alloh..kalut sekali hati ini,dimanakah Engkau..temani aku ya Alloh..dalam diam,aku menangis,sambil kasi kabar ke "gembul" ttg kejadian ini.
Ternyata ibuku jg merasa,kata bulikku crita,pas kejadian di kantor polisi itu ibu bilang,"semoga anakku tdk terjadi apa2 dalam pjalanan.."
Dengan doa,ahirnya travel bisa jalan lagi,Alhamdulillah nyampe Sby dgn selamat.

pagi harinya siap menuju ke stasiun Gubeng,perjalanan ke Bdg segera di mulai. Mencari si tukang rawon sebagai pganjal perut.
Saya : "Bu,rawone setunggal nggih,di maem mriki mawon.."
Pnjual rawon: "oh..nggih mbak..monggo pinarak riyen.."
sambil mnyiapkan rawon....
Pnjual rawon :"badhe tindak to mbak?"
Saya : "nggih bu.."
Pnjual rawon :"tindak pundhi?"
Saya : "badhe wangsul teng Bdg bu.."
Pnjual rawon :"walah tebih nggih..piyambakan mbak?"
Saya :"nggih buu.."
Penjual rawon : "kendhel yo wedok2 tindak piyambakan..:)"
Saya :"hehehe..pun biasa bu.."
saya melanjutkan sarapan rawon saya sambil bicara dalam hati
"Saya tidak pernah merasa kemanapun sendirian,walopun kasat mata saya tidak didampingi siapapun,tapi Alloh selalu setia menemaniku kemanapun aku pergi :)"

No comments: